Langsung ke konten utama

CERPEN IKAN DANAU PANAI

Doc pribadi: foto usai dari penangkapan ikan danau Paniai

                        Oleh: w a t a g e
Danau paniai
Jayapura wilayah pegunungan Papua  tanggal 30/02/2020 hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke danau. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Allah, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan sekali.

Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.

“Jangan takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. Petani itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.

Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya  kebahagiaan Petani dan istrinya bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa.
Hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. Pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hey, bangun!", teriak petani itu.

Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!," umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya.

Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. itu akhirnya dikenal dengan nama Danau paniai
Penulis: mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan diuncen

Komentar

Tulis menulis tentang kita papua

Opini: Mari belajar bersama tulis dan menulis

  Ilustrasi pribadi oleh watage  Oleh : w a t a g e JAYAPURA- pertama lahir dari hal kecil supaya pada saatnya penemu yang hal besar pada tanggal 29/02/2020 Belajar adalah membuka wawasan dan membuka jendela dunia karena para penemu ahli juga selalu singun tentang baca buku banyak dan inilah membentuk manusia yang berfunsional. Tulis adalah salah satu membentuk tangan yang tidak meloloskan menjadi mengatur penempatan, tulisan dan memposisikan sebagai jalur garis folio. Menulis adalah menambah pengetahuan lewat tulis manual untuk meningkatkan salah satu menulis karya individual maupun kelompok seseorang yang memiliki lebih belajar bersama sahabat itulah sebabnya mengapa harus (Imajinasi) supaya menempuh pendidikan yang akan impikan. Penulis mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Uncen.

opini ana pana tradisi pegunungan Papua.

           doc pribadi tentang ilustrasi                                   ana pana       Oleh : watage   Jayapura . Papua barat Riau Sulawesi holandia sebagai kota study yang sangat bermanfaat sekali bagi seseorang pada tanggal 30/02/2020 Serupa gambar ini selalu terukir kembali karena kenangan masa lalu bapak dan anak mereka dua berburu dimana mana tempat hutang rimba disitu mendapatkan sebuah kus-kus dan burung setelah itu mereka dua menyiapkan atribut bahan-bahan untuk masak di kebung hutang rumah pondok. Sebeum membuka bakar baru berdasarkan ucapkan banyak terimakasih kepada sang pencipta Allah. Lanjut- mulai membuka tradisi itu sudah jadikan daging yang dimasak dari situ dibagi menjadi dua yaitu: 1. Sebagian itu bawah di rumah perempuan. 2. Dan yang lain bawah rumah laki-laki atau yamewa. Bapak berpikir bahwa sudah memuaskan p...